Senin, 18 November 2013

CERITERA PERANG MAKAW

Ceritera Perang Makaw adalah kejadian perang didaerah RANCA DARAH diperkirakan pada tahun 1832 M.

Menurut Ceritera Sepuh :

134 tahun Wanayasa
jadi kedaleman yaitu dari tahun 1107 H (1686 M) sampai tahun 1830 M, mulai tahun 1821 M Wanayasa jadi Kabupaten (Ibu Kota Kabupaten Karawang dan Bupatinya R SOERIANATA, yang dikenal dengan DALEM SANTRI.
Pada masa itu dengan gagasan Gubernemen, di daerah Wanayasa diadakan TANAM PAKSA yang disebut CULTUUR STELSEL yaitu rakyat diwajibkan menanam kopi  dibawah pengawasan VOC, tempat untuk menanamnya dilereng pegunungan BURANGRANG, Wanayasa sebelah selatan, sebelah timurnya di CURUG CILAMAYA, sebelah baratnya sampai ke CIRAHAYU.
Pada perkiraan tahun1832 M setelahnya Wanayasa sudah tidak lagi menjadi Ibu Kota Kabupaten Karawang, terjadi suatu huru hara yang disebut PERANG MAKAW yaitu perang antara rakyat yang dipelopori oleh bangsa CINA MAKAO yang datang dari Purwakarta, perang dengan VOC, menurut cerita sepuh Bangsa Cina yang datang dari Purwakarta itu bertempat di Kampung Ciseureuh sekarang, terus merembes ke Wanayasa dan tempatnya di Perkebunan Kopi, di PASIR GARA CINA. terjadinya perang di perbatasan antara Wanayasa dengan Purwakarta, karena banyak korban dari kedua belah pihak yang bergelimpangan, darah banyak berhamburan sehingga menjadikan kubangan-kubangan darah di mana-mana (Kubangan = Ranca, Sunda Red), dan sampai sekarang tempat tersebut disebut RANCA DARAH yang artinya KUBANGAN DARAH.
Menurut cerita Sepuh Kota Purwakarta Hancur, dibumi hanguskan, waktu itu di Purwakarta sudah ada RESIDEN
Rakyat Wanayasa melawan VOC, selain dibantu oleh orang-orang Cina Makao, dibantu pula dari Purwakarta yaitu para pemberontak dan para narapidana yang dibebaskan oleh para pemberontak
Pemberontakan terus meluas, VOC kewalahan sehingga meminta bantuan ke Pusat yaitu ke BATAVIA, saat itu juga BATAVIA menghubungi Keresidenan Bandung, Kabupaten Cianjur dan sekitarnya. Seterusnya para Pemberontak dikepung wakul buaya mangap, dikepung dari segala penjuru dan digiring sampai ke LOJI Karawang, akhirnya para Pemberontak bubar ketawuran didaerah Karawang sebelah selatan.
Diceritakan pula di Wanayasa, diantaranya ada beberapa orang cina yang sembunyi di Wanayasa dan yang disembunyikan oleh orang Wanayasa, serta mereka menetap di Wanayasa, dan mulai saat itu di Wanayasa ada orang Cina yang Laga lagunya seperti orang pribumi saja, diantaranya ada salah seorang Bangsa Cina keturunan Cina Makao namanya BAH KECIL, hingga di Wanayasa ada nama suatu Gang dengan nama GANG KECIL yang letaknya disebelah kantor Bank BJB, diganti jadi Gang Burangrang, diganti lagi jadi Jalan Muh ENOH dan sekarang banyak yang menyebut Gang BJB, serta ada tempat dengan nama PINTU HEK letaknya dikampung CILEUNGSING Timur (Jalan Ke Pasir GARA CINA), PINTU HEK artinya PINTU GERBANG (Cina, Red) 

2 komentar: